Backpacker Ilalang 2024 adalah pengalaman pertama kami apalagi bersama komunitas pula. Persiapan yang apa adanya krn anggota keluarga yang secara usia dan kemandirian sudah bisa bertanggungjawab terhadap kebutuhan masing-masing.
Kota Jogja yang menjadi tujuan backpacker ilalang 2024 ini adalah pengalaman pertama bagi kedua anak saya Ibul dan Zainal. Mereka hanya mengenal nama kota Jogja sebelumnya dari cerita teman, saya atau yutub. Namun bagi saya kota Jogja memiliki kesan lain karena datang ke kota ini saat mengandung zainal bersamaan dengan meletusnya gunung merapi thn 2006.
Alhamdulillah, Kali ini saya datang kembali ke Jogja bersama 2 anak laki-laki yang menuju usia awal pemuda. Usia yg kesehariannya sdh lebih senang bersama dgn teman seusianya drpd dengan saya. Tentu saya antusias skl menyambut perjalanan ini krn saya punya waktu khusus bersama anak2 ditambah bisa menikmati kehebohan kelurga lain yang MasyaAllah luar biasaaaahhh… . ????????????
Tiba di Jogja Mendapatkan nikmat tempat menginap yang dekat dgn mesjid yg sdh cukup lama saya ingin betul mengunjunginya. Mesjid itu adalah mesjid Jogokaryan. Ya, ternyata bagi saya mesjid jogokaryan ini wajar menjadi percontohan dan ikon mesjid masa kini. Pelayanan, program dan suasananya memang lain. Keramahan takmir mesjid, jamaah yg mengikuti shalat berjamaah memenuhi mesjid hingga pelataran, kebersihan mesjid yg mengesankan, semakin menguatkan niat agar anak anak saya harus banyak belajar tentang “memakmurkan mesjid”.
Ketika anak-anak berkegiatan sesuai dengan tujuannya, para orang tua berkumpul menerima pengayaan pengetahuan ttg Dunia parenting. Pembicara yang ditampilkan pun bukan kaleng-kaleng. Memang spesifikasi premium.. Hehe.. Dan saya manfaatkan betul momen tersebut. ☺️
Dan Bagi saya poin yang paling penting dari penyampaian kedua pembicara itu adalah jadikan Allah sebagai benar-benar segalanya dalam mendidik anak-anak. Sebagai single parent yang tidak memadai mendapatkan suport dari mantan suami baik materi atau bersama mendidik anak, menjadikan Allah sebagai yang utama untuk mencukupi kekurangan itu adalah paling penting, sehingga saya tidak perlu misuh misuh lagi sama mantan. Kan nanti dibilangnya masih kepengen CLBK.. ????????. Maka kembali ke Allah yang punya segalanya, Yang punya Paket komplit terbaik untuk hambanya adalah solusi yang harus diseriusin. Selainnya adalah sikap saya harus belajar semakin “tenang” dalam mendidik anak. Jangan grasa grusu ber target jangka pendek, fokus ciptakan ketenangan dalam mendidik, menerima keadaan anak-anak dengan segala karakteristiknya dengan sepenuhnya menerima, memberi tauladan sebenarnya teladan yang baik, dan mulai membagi beban kehidupan ini dengan anak-anak karena secara usia mereka harus sudah disiapkan demikian.
Terakhir saya ucapkan terimakasih kepada segenap panitia yang berjibaku menyiapkan acara ini dgn oke bnget, fasilitator yang hangat bisa diandalkan tuk membersamai anak-anak saya. Para orang tua yang sefrekuensi sehingga tidak ada judgement negatif kepada keluarga lainnya, kompak, dan menikmati kehebohan degan caranya masing-masing. Dan mhon maaf jika dari saya dan anak-anak ada sikap dan perkataan yang kurang berkenan selama kebersamaan kita. Salam hangat, takzim, dan penuh optomis dari kami keluarga albe (ibu Tety, ananda Zainal dan ananda Ibul). InsyaAllah kita bertemu kembali di backpacker selanjutnya dgn suasana yg lebih romantis,, ☺☺☺????
Penulis : Ibu Teti (Keluarga Albe)

Leave A Comment