Allah menciptakan manusia dari seorang kemudian bertambah jumlahnya, dari kesendirian menjadi banyak, sampai banyak keturunan.
{ وَإِذۡ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِيٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَأَشۡهَدَهُمۡ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ أَلَسۡتُ بِرَبِّكُمۡۖ قَالُواْ بَلَىٰ شَهِدۡنَآۚ أَن تَقُولُواْ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنۡ هَٰذَا غَٰفِلِينَ }
[Surat Al-A’raf: 172]
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.”
Manusia bukan sekedar beranak pinak, tapi juga memberdayakan dirinya kemudian melimpah ke anak keturunan.
Maka parenting bermula dari diri sendiri, parenting adalah tentang menjadi ayah dan ibu, menjalankan peran mengembangkan (development) sebagai ayah, menjalankan peran memelihara (maintain) sebagai ibu.
Allah akan memberikan banyak kompetensi saat kita menyambut peran ayah dan ibu.
Karena semua masalah pada anak obatnya ada pada ayah dan ibu. Anak susah belajar, bukan menyerahkan kepada ahli untuk di terapi apa gejalanya, tapi budaya belajar ayah bundanya lah yang menjadi penyubur belajar anak, dari sini saja kita bisa belajar tentang menjadi konselor anak.
Masalah bullying anak di sekolah, ayah dan ibulah sebagai penyemangat dan penyembuh lukanya, dari sini kita belajar juga menjadi psikolog.
Saat anak sakit, ayah dan ibu berkonsultasi kepada dokter kemudian bisa merawat anaknya sendiri, bukankah dari sini soft competence sebagai dokter bisa bertumbuh.
Ayah dan ibu juga bisa menjadi seorang konsultan keuangan saat mengajari anak tentang mengelola uang, menjadi ahli dalam design interior saat melatih anak untuk menata kamarnya, menjadi ahli sebagai saintis saat mengajak anak memasak di dapur dst. Apalagi coba ?????
Jika dalam urusan keduniaan saja banyak hal bisa di dapat di rumah apalagi urusan akhirat, menumbuhkan iman anak, belajar membaca Al Qur’an, belajar sholat, berlatih puasa dll. Maka untuk urusan ini, jangan sampai kita menggantungkan kepada orang lain.
Wallahualam

Leave A Comment