Dalam Islam tujuan Pendidikan itu bukan tentang aktualisasi potensi anak, tapi tujuan Pendidikan dalam Islam adalah mewujudkan tujuan penciptaan manusia.
{ وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ }
[Surah Adh-Dhāriyāt: 56]
Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.
Beribadah itu menghamba pada Allah, tanpa paksaan, sukarela menjadi hambaNya.
Itulah ikrar yang selalu di baca setiap sholat.. iyya kana’budu… (hanya kepadamu kami menghamba).
Jika kepada manusia anak kita menghamba pasti karena keterpaksaan, tapi saat berikrar menjadi hamba Allah anak sadar karena Allah telah memelihara, menjaganya dan memberi segala kecukupan di alam semesta “Alhamdulillah rabbil ‘alamiin”
Lalu anak merasakan kasih sayang Allah yang tidak bisa terhitung, Allah berikan udara untuk bernafas, Allah ciptakan tubuhnya dengan kesempurnaan dst. “Ar Rahmaanir Rahiim”
Kemudian anak yakin akan datang hari pertanggungjawaban dari setiap perbuatannya, “maaliki yaumid diin”
Sampai akhirnya anak akan berikrar bahwa dirinya adalah Hamba Allah, lalu karena ketidakberdayaannya dia meminta padaNya untuk menolongnya, “iyyaka na’budu waiyyaka nasta’iin” inilah bentuk kepasrahan.
Kesadaran menjadi Hamba Allah inilah adalah tujuan Pendidikan Islam yang sebenarnya.
Sholatnya karena kesadaran tunduk pada Allah, puasanya karena dilandasi iman pada Allah, semua ibadah pondasinya iman.
Maka prioritas utama pendidikan anak anak kita adalah iman yang mengajak mereka menghamba pada Allah SWT. Semua ibadah yang hanya dilakukan karena pembiasaan tak massuk ke hati, akhirnya anak seperti robot.
Mereka sholat, tapi sholatnya hanya untuk sholat, mereka puasa, tapi puasanya untuk puasa bukan karena Allah.
*
Sedari kecil ajak mereka untuk senang mentadaburi alam semesta ini, bukankah setiap yang ada di alam semua tunduk pada ketetapan Allah, semua bertasbih padaNya.
Burung yang mengepakan sayap, air yang mengalir, daun yang jatuh, batu, dst semua bertasbih pada Allah.
Air sungai tempat anak kita berenang itu tunduk pada ketetapan Allah.
Api yang digunakan dalam kegiatan memasak itu juga tunduk pada Allah.
Udara yang ada didalam bola futsal itu juga tunduk pada ketetapan Allah.
Gunung yang sedang didaki, benih singkong yang ditanam semua tunduk. Lantas jika semua yang ada di alam semesta ini tunduk pada Allah, semoga anak akan menyadari bahwa merekapun harus tunduk padaNya.
*
Lalu alirkan kasih sayang Allah yang tidak terhitung itu, alirkan kasih sayang itu dari hati, yang terpancar pada mata, lisan, wajah dan sikap.
Kasih sayang yang tulus akan selalu di rasa, kasih sayang yang berlimpah akan sampai ke hati anak.
*
Lalu ingatkan mereka batasan mana yang boleh dilakukan mana yang tidak boleh dilakukan. Karena setiap yang diperbuat selalu ada pertanggungjawabannya.
Ingatkan mereka “Jangan sampai berjalan di koridor kebathilan”
*
Wallahualam.

Leave A Comment