Shibghoh Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghohnya daripada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah”. ( Terjemah QS. Al-Baqarah(2):138)
Shibgoh itu seperti kita mencelupkan kain ke pewarna, maka keseluruhan kain akan berwarna, tidak separuh separuh.Selain Dien, ibadah yang kita jalani, makna Shibgoh Allah itu juga didapat dari komitmen untuk totalitas menjalani hidup.Saat ketiganya dijalani dengan kesungguhan, shibgoh Allah akan mewarnai hati dan perilaku dengan warna yang terbaik.
Pun begitu dalam hal mendidik anak anak kita, shibgoh Allah adalah yang utama. Bahwa mendidik bukan sekedar menjadikan meraka cerdas pikirannya, cakap bakatnya. Hati dan perilakunya adalah modal utama Mereka sukses dunia akhirat.
Maka celup mereka di lapangan kehidupan yang nyata, ajak fitrah mereka berinteraksi dengan zaman dan kehidupan, jangan pendam fitrahnya dengan kegiatan yang itu itu saja atau rutinitas yang dilalui tanpa makna dan tantangan hidup.
Libatkan mereka untuk memecahkan masalah bahkan jika perlu uji mereka dengan masalah hidup. Karena iman mereka akan tumbuh dengan ujian di kehidupan. Saat mereka tersesat di jalan, saat mereka kehabisan ongkos dst.
Fitrah bakat dan belajar mereka akan terasah lewat interaksinya dengan alam nyata, saat menaiki tanah yang tinggi, melihat pola daun dan batang, berinteaksi dengan orang baru dst.
Inilah cara Allah SWT menshibgoh anak anak kita lewat ciptaan dan momen dalam hidup, Allah ciptakan alam dengan sempurna, sifat manusia yang berbeda beda, ada yang suka mengatur, ada yang pendiam, ada yang mudah sedih, ada yang suka bicara dst.
Semua ciptaanNya dan momen interaksi anak dengan berbagai jenis manusia menjadi hal yang terindah bagi anak anak kita agar tercelup dengan shibghoh Allah.
Abah Apri

Leave A Comment