Usai perang Badar beberapa pasukan musuh berhasil ditangkap dan menjadi tawanan kaum muslimin.
Ya tawanan ini adalah orang yang bukan sekedar mengkritik Islam atau mengejek Rasul. Tapi saat pergi ke Medan Badar, sebagian besar ingin menghabisi kaum muslimin. Yang di hadapi Rasul adalah musuh yang sudah menjadi tawanan.
Tapi Allah SWT menyuruh Rasul untuk menyampaikan kepada mereka
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِمَنْ فِي أَيْدِيكُمْ مِنَ الْأَسْرَىٰ إِنْ يَعْلَمِ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ خَيْرًا يُؤْتِكُمْ خَيْرًا مِمَّا أُخِذَ مِنْكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Hai Nabi, katakanlah kepada tawanan-tawanan yang ada di tanganmu: “Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil daripadamu dan Dia akan mengampuni kamu”. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Anfal 70)
Rasanya bagi kita mungkin akan sulit melihat kebaikan pada orang yang jelas jelas memusuhi. Tapi ayat ini turun mendidik Rasul dan sahabat untuk jangan cepat menghakimi orang lain apalagi yang tersembunyi dalam hati. Karena seburuk apapun bisa jadi ada kebaikan dalam hati mereka.
***
\Tak terasa lidah kita dengan mudah menilai ananda dengan label nakal, sulit dinasihati, bahkan dengan sebutan yang tak layak, sebagai ungkapan ketidakberdayaan. Tapi sungguh ayat di atas mengajarkan kita untuk terus optimis melihat kebaikan kebaikan kebaikan dalam diri mereka. Karena yang yang kita hadapi anak didik bukan musuh
.
Penulis
Abah Apri

Leave A Comment