Berpetualang bersama Ayah hari ke 4.
Karena goal yang ingin didapatkan tidak sebatas berpetualang bersama Ayah tapi juga mendekatkan Fatih kepada profesi yang sesuai dengan kegemarannya yaitu sinetron kolosal Kian Santang. Maka, Abi mengajak Fatih ke stasiun untuk bertemu salah satu penulis skenario drama kolosal Kian Santang ke Serang. Teh Yuni Astuti nama lengkapnya.
Benarlah ungkapan Abah Guru Apri bahwa ketika kita siap untuk belajar, orang-orang
hebat akan bersedia mengajarimu. Murid siap, guru datang. Kurang lebih begitu ungkapannya.
MasyaAllah, ketika sampai ke tempat teh Yuni, kami disambut dengan hangat oleh teh Yuni, 4 anaknya, Thoriq, Fatih, Kholid dan Adin, serta tentu saja suaminya Mas Tri. Sambil gelar tikar di bawah pohon rindang dan menikmati kudapan, Fatih begitu asyik dan lebur berbincang proses membuat skenario sampai bisa tayang di televisi. Meski ada bahasa-bahasa yang belum Fatih pahami, tapi kebijaksanaan teh Yuni yang mau bersabar menjelaskan dan menyederhanakan bahasanya, sanggup membuat Fatih enggan pulang.
Terimakasih Allah SWT. Terimakasih Teh Yuni Astuti untuk jamuannya, terimakasih Ilalang School untuk kesempatannya. Wawasan Fatih makin meluas tentang di balik tayangan Kian Santang.
Kalau Fatih mau jadi penulis naskah drama, Fatih harus rajin baca dan menulis,” pesan teh Yuni di akhir obrolan sambil menyerahkan contoh naskah skenarionya untuk dijadikan bahab baca bagi Fatih.
late post
Ayah Lilo Rohili

Leave A Comment