Ada seorang yang hobynya main air sambil melamun. Pada satu waktu dia sedang berendam, melamun sambil memainkan batu pada bak rendam, tiba-tiba dia meloncat dari air dan bilang “eureuka, eureuka” bertelanjang bulat dan tangannya menggenggam batu. Inilah discovery, hipotesa batu yang berada dalam air terasa lebih ringan dibanding didarat kalau diangkat.
Archimedes tidak berhenti sampai sini, berdasarkan ilmu yang miliki dan dipelajari dia uji hipotesa tersebut secara matematis, akhirnya hipotesa bisa dipertanggungjawabkan sehingga khalayak mengerti bahwa setiap benda mempunyai berat jenis masing-masing. Lahirlah hukum archimedes.Lalu apakah archimedes berpikir ke depan gunanya ilmu dia untuk apakah menghitung berat jenis, misalnya bisa membuat kapal laut dari besi dengan berat ribuan ton bisa mengapung dilautan, alat pengukur berat jenis susu (laktodensimeter)untuk memastikan pemalsuan air susu. Tidak, dia tak berpikir apakah temuannya berguna atau tidak, yang penting bagi dia rasa keingintahuan “curiosity” terpuaskan.
Sebagai orang tua kita selalu menantikan anak kita momen eureuka nya. Padahal diperlukan beberapa hal yang mendukung kearah momen ini :
- hoby / passion
- kemampuan intelektual dan fisik
- rasa ingin tahu
- materi (alat dan bahan)
- suka melamun (mental image)
Apakah harus sesuatu yang baru? bagi anak-anak reinvented adalah hal yang baru.
Lamunan Aba Kembara

Leave A Comment