Bismillahirrahmanirrahim..
Bener2 dah Ilalang yah.. ????????????
Backpackeran ini capek loh, tapi masih dikasih tugas lagi untuk mengikat makna yang terasa dari perjalanan kemarin sebelum lupa.
Iya..Maklum manusia, mudah lupanya. Jadi sayang banget rasanya kalau hikmah dari pengalaman selama tiga hari bersama Keluarga Ilalang, ga buru-buru diikat untuk dijadikan pelajaran untuk perjalanan hidup selanjutnya.
Perjalanan backpacker tahun ini ke Jogja beneran menguras tenaga jika dibandingkan dengan backpacker ke Bandung tahun lalu.
Semuanya punya cerita, semuanya punya makna. Tahun ini, mendatangi guru di Jogja, punya kesan sendiri yang bikin hati ini mantap bahkan semakin yakin menjalani pendidikan bersama Ilalang.
Manusia semakin organik itu semakin tenang, berbanding terbalik dengan manusia yang terindustrialisasi. Bahkan tadi, melihat orang-orang di stasiun Tanah Abang yang turun naik dari kereta satu ke kereta selanjutnya dengan tergesa-gesa, kadang terlihat saling sikut karena masing-masing dikejar waktu, membuat hati ini semakin yakin dengan konsep tersebut.
Berbeda sekali dengan suasana di Jogja, terutama di Jogokariyan yang tenang, adem dan masyarakatnya saling menghargai dan saling bantu satu sama lain
Apa sih yang dicari dari hidup? Ya bahagia, ya tenang, ya bermanfaat..
Materi dari dua narasumber kemarin, luar biasa. Perjalanan jauh ke Jogja, menjadi sangat berharga karena Allah mudahkan kami semua belajar baik saat menyimak materi, maupun saat praktek langsung dilapangan ketika dipertemukan dengan tantangan selama di perjalanan.
Alhamdulillah alhamdulillah, bersyukur sekali. Semua tantangan diperjalanan bisa dijalani. Semoga semua dapat membaca hikmahnya dari setiap situasi dan kondisi yang ditemui.
Kalau kata Abah, semua punya kesempatan untuk saling asah, saling asih dan saling asuh. Diperjalanan baik anak maupun orangtua, semua merasakan keterikatan hati yang semakin kuat. Itu menurut saya pribadi sih, tapi kayaknya semua merasakan hal yang sama.
Tidak ada yang merasa egois satu sama lain. Justru semua saling bantu dan support. Bukan hanya orang tua, tapi anak-anak juga punya vibes yang sama.
Serunya punya keluarga besar yang satu frekuensi. Belajar bersama membangun peradaban, menjadi hamba yang lebih baik untuk alam sekitar.
Ilalang, tumbuhan liar yang punya cita-cita menjadi hacker sehingga lingkungannya bisa mengupgrade menjadi versi yang semakin hari semakin baik.
Jadi, tahun depan, mau bertumbuh dimana lagi benih Ilalang?
Penulis : Ibu drg. Siska Mardiana

Leave A Comment